Jumat, 22 Oktober 2010

KOTA TAREMPA PULAU SIANTAN KEPULAUAN ANAMBAS

Perjalanan kali ini ke kota Tarempa di pulau Siantan kabupaten Anambas propinsi Kepulauan Riau.
Jejak perjalanan dimulai dari Bandara Hang Nadim Batam.
Dari Hang Nadim naik taksi Rp 65.000,-  ke pelabuhan Punggur. Dari sini ada ferri yang hampir setiap jam menuju Tanjung Pinang. Dengan tarif Rp 30.000,- s/d 40.000,- menentukan waktu tempuhnya. Dengan harga termahal, waktu tempuh selama satu jam sudah sampai di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang.
( Kalau mau lebih cepat, dari Jakarta - Tanjung Pinang ada penerbangan yang langsung ke bandara Tanjung Pinang .)

TANJUNG PINANG
Tanjung Pinang, ibukota propinsi Kepulauan Riau tsb berbukit naik turun.
Tengok yuk beberapa wisata alamnya .
1. Pantai Trikora

Adalah pantai yang sangat panjang dan berpasir putih abu-abu yang sangat lembut sekali. Sepanjang pantai dihiasi batu-batu besar , bila berdiri diatasnya seakan sedang menantang lautan.
Bagi yang suka kayak, tersedia pula persewaan di pantai. Main air saja pun tak kalah serunya karena pantainya landai. Lelah menikmati pantai, minum air kelapa muda bisa jadi penutup yang menyegarkan.
Di beberapa sudut pantai banyak terdapat kelong tarik atau bagan yang bisa  berpindah tempat. Bila malam tiba, dari kejauhan kelong berkelap kelip oleh hiasan lampu petromak.
Siang dan malam sama indahnya.
2. Melayu Square
Berada di kota Tanjung Pinang, tepat di bibir laut.  Ada banyak tempat makan dan arena bermain untuk keluarga. Di waktu malam, sambil menikmati hembusan air laut, kelap-kelip dari pulau-pulau di sekitarnya sangat mempesona. Apalagi ditemani secangkir bandrek yang banyak dijumpai di lokasi.
3. Sadap
Tidak jauh dari Melayu Square terdapat tempat yang cukup tinggi , dikenal sebagai Sadap. Ada resto bernama Sadap di situ.Tidak jelas dari mana asal namanya ...restonya dulu apa nama lokasi dulu.
Sadap adalah salah satu lokasi yang cukup tinggi di kota Tanjung Pinang, mobilpun bisa melintas . Menikmati Batam dan sekitarnya bisa terlihat jelas dari Sadap.

Mengunjungi suatu daerah , tidak lengkap pula bila tidak berwisata kuliner. Yuk...
Salah satu tempat yang cukup lengkap ada di Pasar Akau yang terletak di jalan Potong Lembu. Sederetan penjual makanan khas ada di sepanjang ruas jalan itu. Icip-icip ah...
1. Teh tarik
Teh berbuih dengan rasa sedikit sepet  dan ada pula rasa susunya. Sangat mantap dinikmati di waktu dingin.
Ngomong-ngomong soal teh....di daerah Melayu , turunan teh memiliki nama yang berbeda dengan nama di daerah Jawa.
Bila ingin teh tawar, anda perlu memesan teh kosong (bukan berarti tehnya lagi kosong atawa habis...). Teh manis katakan teh O. Es teh manis ucapkan teh obeng.
2. Nasi lemak
Rasa-rasanya mirip nasi uduk. Nasi gurih dengan tambahan sambal agak manis, kering tempe, ikan teri, sambal goreng kentang , telur rebus separuh dan potongan timun. Hampir sama khan?
3. Sup ikan
Rasanya segar, bumbunya tidak tajam tetapi tidak amis. Potongan ikannya lembut dengan tomat dan sayur segar seperti selada. Hangat dan nikmat di tenggorokan.

Dari Tanjung Pinang perjalanan dilanjutkan ke Tarempa di pulau Siantan.

PULAU SIANTAN
Dari pelabuhan Kijang di Tanjung Pinang , menggunakan jasa KM PELNI Bukit Raya ke kota Tarempa di pulau Siantan. Kapal ini menjelajahi Surabaya-Jakarta-Tanjung Pinang-Jemaja-Siantan -Natuna-Banjarmasin-Surabaya dan sebaliknya. Tiket kelas ekonomi seharga Rp 130.000.,-. Bila beruntung bisa mendapatkan kelas I dan II dengan harga tiket Rp 300.000,- sampai Rp 500.000,-.
Karena kapal ini  ada seminggu atau dua minggu sekali, sehingga dapat dipastikan selalu penuh. Perjalanan ini akan memerlukan waktu 18 jam untuk sampai di kota Tarempa, pulau Siantan.
( Alternatif lain menggunakan kapal perintis yang lebih kecil dari KM PELNI)
( Mulai pertengahan Oktober ini ada ferri VOC Batavia yang beroperasi 2 kali seminggu dengan rute Tanjung Pinang-Jemaja-Siantan dan sebaliknya. Tiket seharga Rp 300.000,-  waktu tempuh 9 jam.
Tanjung Pinang - Siantan pada Selasa, Kamis dan Siantan-Tanjung Pinang pada Rabu ,Jumat . Tentunya ini mempermudah akses ke kepulauan Anambas )

Pukul 09.00 peluit kapal pun berbunyi.
Ombak sangat bersahabat, angin pagi berhembus lembut. Jajaran pulau-pulau hijau baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni menjadi pemandangan sepanjang pagi itu. Indahnya negara kepulauan.


Ketika siang menjelang, kapal sudah berada di laut lepas ,Laut China Selatan. Tidak ada lagi jajaran pulau-pulau.
Sore hari, wow....senja di Laut China Selatan menjadi pemandangan yang sayang untuk di lewatkan, langit semburat merah di cakrawala.


Berada di laut lepas Laut China Selatan, komunikasi masih bisa berjalan dengan dunia luar. Karena kapal ini merupakan BTS Telkomsel. Jadi buat yang sibuk, bisnis masih bisa jalan.
Kapal singgah  tanpa sandar di pelabuhan Lethung pulau Jemaja pukul 01.00 hari berikutnya. Dan akhirnya bersandar di pelabuhan Tarempa pulau Siantan pukul 03.00.

Kota Tarempa pulau Siantan ini merupakan kota kabupaten dari kepulauan Anambas propinsi kepulauan Riau. Merupakan pemekaran dari kepulauan Natuna dan baru diresmikan tahun 2009.
Berada pada koordinat N.03,21655   E.106,21969
Seperti kebanyakan pulau-pulau di kepulauan Anambas, berupa pulau kecil berbukit batu di tengahnya. Namun jangan salah, mungkin karena lapisan tanahnya juga tebal, tanaman kelapa tumbuh subur disini. Hanya sayang saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Anda bisa menemukan buah kelapa berjatuhan tanpa ada yang memanfaatkan.
Pemukiman ada di pinggir pantai.Panjang kota bila ditarik garis lurus hanya sekitar 2 km. Karena jalannya tidak lebar, maka hanya  beberapa mobil yang memang diperlukan yang ada.
Masyarakat pulau itu sebagian besar  nelayan dan ada pula profesi menambang pasir.
Biaya hidup.....hampir dua kali lipat biaya hidup di Jakarta.

Sekarang wisata kuliner yuk...
1. Kopi
Seperti di Tanjung Pinang, disinipun banyak kedai kopi/ kopi tiam. Penduduk senang sekali berlama-lama berkumpul di kedai kopi sambil menikmati penganan kecil. Secangkir kopi kecil (sekali) harganya Rp 4.000,-. Rasa pahit sedikit manis dan kental namun pas perpaduannya. Dan sepertinya ada krimer, tapi rasanya bukan, ada tambahan lain yang membuat rasanya berbeda.
2. Krupuk atom
Krupuk berbentuk tabung kecil pendek dan ada pula yang agak panjang. Rasanya seperti krupuk ikan tongkol lainnya, hanya saja rasa ikannya begitu tajam ,gurih dan renyah.
 3. Ikan laut
Yang murah disini memang  ikan laut dan teman-temannya ....enak , murah dan manis segar....

Yang lebih seru lagi, wisata alamnya......
Air lautnya bening sekali. Melongok di pinggir pantaipun sudah terlihat ikan beraneka ukuran cantik berwarna -warni. Ada beberapa lokasi pantai yang bagus sekali.  Sepanjang pantai dihiasi batu-batu besar dan berukir-ukir cantik. Takjub melihatnya, siapa yang mengukir batu sebesar itu dan seindah itu? Alam punya jawaban sendiri.
Spot untuk snorkling pun banyak. Di pinggir pantaipun sudah bisa menikmati keindahan karang dan ikan-ikan cantik yang berlenggak lenggok. Hanya sayang , lumayan banyak bulu babi di pantai.
Ikan sangat melimpah di kepulauan ini. Penjualannya pun sangat mudah karena lokasinya yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.
Diwaktu senja sangat romantis duduk-duduk di pinggir pantai. Menikmati hembusan hawa segar pantai dan melihat burung pulang ke sarang di punggung bukit. Elang pun masih  melayang-layang dan dengan gerakan sangat cepat menukik tajam menyambar ikan.

Ingat lagunya Koes Plus...??
Bukan lautan hanya kolam susu......
Benar, seperti itulah kekayaan negeri Indonesia.

PULAU PENJALIN 
Dari Tarempa mengunakan speedboat memerlukan waktu satu jam menuju pulau Penjalin. Pulau tak berpenghuni ini  masuk kabupaten kepulauan Anambas dengan koordinat  N.03,38566  E.106,21969.
Wow..itu kata pertama yang keluar sewaktu speedboat menepi. Pantai yang landai, warna air laut bergradasi, dihiasi batu-batu besar di beberapa sudut dan berpasir putih lembut dengan hutan pulau yang masih perawan.
Sayang kamera yang kami bawa rusak di fokusnya sejak di Tanjung Pinang. Terpaksa dengan kamera handphone 2 Megapixel pun sudah cukup puas bisa mengabadikan keindahan pulau ini.
Lebih takjub lagi ketika mulai berenang di pantai. Pantai yang bersih tanpa satupun  bulu babi dipantai yang landai. Snorkling dipantaipun sudah cukup mengasyikkan. Bagi yang penasaran bisa mengarungi yang lebih dalam. Dan spot-spot menarikpun sangat banyak tanpa harus jauh ke tengah lautan.
Lelah berenang dan bermain air, berangin-angin di pantai sambil membakar ikan dan kerang segar pun menjadi sangat istimewa. Cukup dibumbui air laut saja...manis, enak banget..sumpah!

Tak terasa sore pun menjelang, saatnya  kembali pulang. Sayonara................