Selasa, 25 September 2012

Ponorogo

Adalah sebuah kabupaten di propinsi Jawa Timur,  pasti teman-teman langsung teringat dengan Reog Ponorogo.
Dari Surabaya memakan waktu 4 jam perjalanan.
1. dawet Jabung

Berlokasi di Jl. Raya Mlarak Bojong-Ponorogo, di perempatan.
Rasanya segar....dan hanya Rp 1.500,00 per mangkok kecil. Ada tape  ketan hitam yang menambah kesegaran rasa.
Ada beberapa deret warung yang berjualan , menurutku sih rasanya hampir sama enaknya.





Dijual dengan angkringan.
Beberapa menu gorengan dan camilan tradisonal juga tersedia dengan harga sekitar Rp 500,00 saja





Salah satu yang istimewa , jadah ketan hitam goreng baik yang tanpa gula maupun bergula.
Lentho juga ada ,disini terbuat dari gaplek. Bedanya kalau di Surabaya lentho dari singkong parut.Tetapi yang ini rasanya jauh lebih lembut dan tidak membosankan. Cobain dech...

2. Nasi pecel
Yang paling terkenal di ujung jalan Jl.dr.Sutomo. Per porsi hanya Rp 4.000,00. Isinya nasi, sayur pecel ,kerupuk  dan peyek.
Rasanya segar dengan  nasi hangat mengepul.sudah cukup nendang di perut. Ada juga Lauk pelengkap sate ati ampela ...hmm

Warung ini agak sempit, dan selalu penuh pengunjung. Terkadang mesti rela berdiri.

Rabu, 07 Maret 2012

Kota Surabaya

Menelusuri kota tempat tinggalku yuk...sebuah kota yang terkenal dengan makanannya.
Kita buktikan yuk...
1. Nasi pecel Boeyatin 
Ini menu makan pagi yang gampang kita temui di banyak tempat di sudut kota Surabaya. Seperti kebanyakan nasi pecel dikota lain, sayuran rebus,timun cincang disiram bumbu pecel.
Dengan peyek sebagai pelengkap.Tapi awas, pedasss...ini ciri khas kota buaya.tenang,kebanyakan juga sedia bumbu pecel yang tidak pedas.
Rumah makan favoritku nasi pecel Ponorogo di ujung jalan gubernur Suryo dipinggir kali.Tepatnya Jl.Ketabang Kali 51. Dia buka pagi sampai malam jam 20.00.Sebaiknya sich jangan malam,karena menunya sudah tidak lengkap seperti kalau pagi sampai sore.
Selain pecelnya enak, lauknya juga beragam.Kesukaanku otak sapi goreng...mak nyos. 

Harga per porsi nasi pecel plus tempe dan dadar jagung adalah Rp 9.000,00
2. Semanggi Suroboyo
Seperti nasi pecel, jamaknya ini juga menu makan pagi. Banyak anda jumpai dengan ciri khas digendong ibu-ibu pakai bakul,dengan tutup bakul adalah kerupuknya.Per porsi Rp 5.000,00

Bedanya dengan pecel, kalau pecel adalah bumbu kacang murni dengan gula jawa sedangkan semanggi pakai bumbu kacang dicampur ubi jalar dengan gula jawa dan gula pasir.
Sayurannya semanggi dicampur taoge.Semanggi itu  sejenis selada air.
Pelengkapnya krupuk Puri berwarna kekuningan. Enak ,rasanya tidak seberat pecel.
Yang berjualan semanggi tidak banyak, diantaranya bisa anda temui di sekitar Mesjid Agung Al Akbar setiap Sabtu dan Minggu pagi.


3. Nasi krawu
Ini juga menu pagi yang mudah dicari.Sebenarnya ini adalah kuliner dari Gresik yang sedikit diadaptasi.
Berupa nasi putih dengan lauk daging sapi seperti masak rendang terus goreng suwir suwir. Tambahan srundeng coklat dan kuning serba sambal terasi nan pedas. Nendang banget kenyangnya.

4. Lontong Balap
Ada beberapa lokasi yang rasanya mantap, favoritku Lontong Balap pak Gendut di Jalan Kranggan depan ex Bioskop Garuda.. Ini dekat tugu pahlawan..lebih dekat lagi ya pasar Blauran.



Buka dari jam 08.00 sampai 15.00 WIB saja. Warungnya sih berada dideretan lontong balap dan es degan, nah ada cari yang pak Gendut.
Rasa kuahnya segerrr banget,berasa kuah udang, menurutku ini yang bikin ketagihan.
Isi dari lontong balap ini ya jelas lontong ya, kecambah, tahu goreng diiris- iris, kuah petis dan pelengkapnya lagi adalah lentho..terbuat dari parutan singkong dan tholo hitam dibentuk bulat gepeng terus digoreng.
Lauknya ada sate kerang dan minumnya paling cocok es degan.Yummy beneran buat siang yang panas di Surabaya.....
Note : Pada tahun 2013 sudah pindah di depan PDAM Gubeng. Yang jelas lebih nyaman tempatnya.
5. Tahu tek-tek pak Ali
Tahu tek-tek ini sudah melegenda banget. Banyak  wisata kuliner yang sudah meliputnya. Lokasinya warung kecil mepet jalan di dekat Universitas Widya Mandala di jalan Dinoyo 147 A.
Buka dari jam 16.00 sampai 12.00 malam.Harga per porsi adalah Rp 10.000,00

Isinya lontong, kentang rebus,tahu , telur dadar kerupuk yang disiram kuah petis yang kental. Bedanya dengan kuliner surabaya lainnya yang berbumbu petis adalah kalau tahu tek-tek menggunakan kacang ijo.
Kuahnya kental sekali ...dan nyamleng


6. Bakso Anda
Berlokasi di sebuah gang yang tidak lebar yaitu jln. Gayungan PTT  yang berdekatan dengan Jalan Ahmad Yani .
Baksonya yummy dan menurutku tidak atau mungkin sedikit MSG.
Ada pentol bakso dan juga tahu baksonya.

Tempatnya sich tidak luas, tapi lumayan nyaman.
Hanya parkirnya yang agak ribet karena jalannya tidak lebar.
Biasanya saya sempurnakan enaknya dengan es campur. Istimewanya ada kacang ijo yang empuk ditambah cincau hitam,kolang kaling dan beberapa buah lain. Seger banget . Harganya Rp 7.500 per porsi
7. Tahu Campur
Saya belum mendengar tentang tahu campur yang melegenda dikota ini.
Tetapi ada tahu campur langgananku yang menurutku enak, tidak enek dan recommended. Tahu campur cak Minto yang terletak di foodcourt Jl.Menanggal Utara.


 Tahu campur terdiri dari daging sapi bagian urat yang direbus lama ampe empuk, irisan tahu goreng, irisan semacam lentho yang terbuat dari singkong tetapi lembut dan sedikit kenyal, mie kuning, selada dan petis tentunya yang disiram kuah panas daging sapi tadi. Dilengkapi dengan krupuk dan lontong. 
Nikmat benar...

8. Pecel Belut Surabaya
Makanan satu ini juga sudah sangat terkenal dan memiliki beberapa cabang. Salah satunya terletak di Jalan Ngagel.
Menurutku ada dua menu andalan, yaitu Pecel Belut dan Belut Asam manis.
 


Yang membuat istimewa dari kedai ini adalah belut hanya dimasak saat ada pesanan.
Sehingga benar-benar fresh. Dan juga menggunakan bumbu bawang putih jenis kating yang memang aromanya lebih tajam dan digoreng bersama kulitnya. Soal rasa...benar-benar dapat diadu.Soal harga, meyesuaikan kualitas tentunya he he.
Hanya saja, waktu tunggu lumayan lama karena dimasak saat ada pesanan.







 
 

Kupang

Jalan-jalan ke Indonesia Timur yuk....
Dari Surabaya transit setengah jam ke Bali dan lanjut ke kota Kupang. Dari atas pesawat terlihat pohon-pohon tipis menutupi kerasnya tanah karang ...pantaslah Nusa Tenggara Timur dikenal sangat eksotis dengan sebutan pulau Karang.
Dua setengah jam  perjalanan dari Surabaya sampailah di bandara El Tari Kupang, patung sasando menyambut kedatangan kami.
Kota Kupang berada dipinggir pantai ,mayoritas tanahnya lebih tinggi dari pantai sehingga bisa melihat pantai dari jauh.

Oleh-oleh dari Kupang.
Kami berburu oleh-oleh di jalan Lalamentik dan Muhammad Hatta.
1. Dendeng
Dendeng sapi setengah kilo harganya tidak sampai Rp100.000,00. Rasanya sedikit manis saja,pas menurutku yang tidak begitu suka manis.

2. Abon
Setengah kilo abon sapi juga harganya tidak selisih jauh dari dendeng. Rasanya juga sama tidak terlalu manis dan tajam, enak.




3. Krupuk kulit kakap
Awalnya sich digigit kok keras ya, lama-lama kok enak juga kriuk kriuk asin buat lauk makan.



4.Daging Sei
Dari blog yang lain, sei artinya daging yang diiris memanjang.Bisa daging babi atau sapi.
Digarami , diberi rempah khas NTT dan  diasap .Kebetulan saya membelisei sapi.


Sempet bingung sih mengolahnya....
dari baca blog lain dan coba-coba, ternyata cuci sebentar untuk menghilangkan kotoran dan garam.
Baru diiris tipis dan dimasak sesuai selera.
Bedanya dengan daging sapi biasa adalah aromanya...sangat khas.








Senin, 07 November 2011

Buah tangan dari Padang

Hai...
Kali ini ada oleh-oleh perjalanan dari Padang Sumatera Barat.Tapi bukan kripik balado lho....
Namanya Gelamai.
Mirip antara rasa jenang dan dodol, lembut di lidah dengan rasa manis legit.
Tapi ada kejutan kacang sangrai didalam, jadi manis tetapi kadang-kadang ada krenyes-krenyes kacang.
Harga tidak sampai  Rp 20.000,00.




 Buat penggemar pedas, ada oleh-oleh pedas selain kripik balado.
 Kacang balado......................
 Pedasnya tidak kalah dan kriuk-kriuk.
 Harga hampir sama dengan gelamai.
 Oleh-oleh yang recommended dech.

Rabu, 08 Desember 2010

BALI

Ngomongin Bali tentu sudah sangat familiar ya.
Penulis sempat mengabadikan beberapa lokasi .
Sunrise Sanur

Pura Uluwatu
Ini lokasi yang cukup jauh. Sejauh 10 km dari Nusa Dua dengan jalanan menanjak. Pura berada di puncak bukit karang dan disekitar lokasi banyak berkeliaran monyet. Nah, hati-hati dengan barang bawaan.
Pada saat penulis kesana, sedang ada persiapan upacara di pura.Gotong royong warga terlihat jelas .


Habis jalan-jalan, laper ya..makan yuk..
Buat yang tidak mengkonsumsi daging babi, tanyakan dulu detil masakannya.

Sayur ares
Jantung pisang dimasak sudah biasa, nah ini adalah sayur batang pisang (gedebog) yang muda tentunya..
Rumah makan yang saya kunjungi ini menggunakan kuah daging babi untuk sayur ares ini. Rasa irisan batang pisangnya krenyes-krenyes.
Lawar
Ada lawar ayam, lawar nangka dan lain-lain. Sayur lawar artinya bahannya disuwir kecil-kecil. Dibumbu mirip urap tetapi dengan sedikit rasa manis . Ditemani nasi putih hangat saja sudah enak oey...

SULAWESI UTARA

Dari atas pesawat pulau Sulawesi terlihat sebagai daratan yang sangatlah luas dengan berbukit-bukit hijau. Mendekati bandara Sam Ratulangi terlihat jajaran pohon kelapa yang melambai-lambai.

Manado
Lega rasanya setelah menjejakkan kaki di Bumi Nyiur Melambai. Kota yang cukup bersih dan berada di tepi laut. Pada siang hari cukup panas dan relatif sejuk pada malam hari.Dari bandara menuju kota Manado bisa menggunakan taksi atau bus Trans Kawanua yang berwarna kuning. Hasil  utama pertanian dari kelapa dan cengkeh.
Lihat yuk kotanya.
1. Transportasi
Ada yang unik lho dari transportasinya. Mobil di Manado berplat DB.
Trans Kawanua salah satunya. Model dari busway dengan warna kuning. Hanya kurang laku di Manado. Orang lebih suka naik angkot carry berwarna biru yang disebut juga mikro. Kenapa ya?
Dari penginapan di Malalayang ke Boulevard saya mencoba naik mikro. Sekitar 10 menit membayar Rp 2.000,00 saja. Wah, mikronya wangi, bersih dan full musik yang enak didengar. Ini tho...yang bikin orang Manado lebih suka naik mikro.Memang nyaman.
Ada juga bendi disini walaupun tak banyak. Asyik juga kayaknya keliling kota naik bendi..tak tik tuk tik tak tik tuk....
2. Wisata alam
Paling mengasyikkan tentunya taman laut Bunaken. Dari Boulevard ada speedboat menuju kesana. Sistem carter. Sayang penulis tidak sempat buat menikmatinya.
3. Wisata kuliner
Sewaktu di bandara, saya makan nasi kuning Manado. Nih dia..
Dibungkus dengan daun woka dan dilipat berbentuk segitiga dengan gagang sebagai pegangan. Daun woka berwarna kuning seperti janur tetapi bergandengan membentuk kipas. Menurut saya mirip daun lontar.
Rasanya mirip nasi kuning Jawa, bedanya kalau Jawa pakai santan sehingga lebih gurih. Dengan isian suwiran ikan cakalang asap(skip-jack tuna), kering kentang manis, telor balado, kentang masak kecap bersama daging sapi dan sambal cabe. Wah mantap isinya. Harga yang harus saya bayar Rp 15.000,00. Biaya hidup di Manado hampir mirip Jakarta.

Buat oleh-oleh , ada bagea kenari , bagea kacang dan variannya yang terbuat dari sagu. Ada juga halua kacang, halua kenari, halua mente dan variannya yang mirip dengan peyek berkaramel.Lengket-lengket di gigi tapi manisnya menggoda. Abon ikan cakalang dan tuna boleh jadi oleh-oleh yang sangat ditunggu.

Tempat makan dan bisnis pusatnya di BOB (Boulevard on Business) atau dikenal sebagai Boulevard. Terletak dipinggir pantai. Kiri kanan jalan adalah pusat bisnis. Mall Manado Town Square (Mantos) ada disini. Dibelakangnya, tepat dibibir pantai anda bisa menemukan tempat makan yang romantis diwaktu malam.
Saya sarankan anda mencoba resto yang berada diatas pantai. Semilir udara laut dengan speedboat yang antara lain bisa ke Bunaken, ditambat di pelabuhan jadi pemandangan menarik. Hanya ditemani cahaya lilin dan lampu disko yang menerangi sesekali. Hm..apalagi kalau dinner dengan pasangan anda,...akan jadi dinner yang sangat romantis.

Tomohon
Dari Manado naik mobil satu jam melewati jalan yang berkelok-kelok mirip di Puncak. Dengan pemandangan kota Manado di bawahnya. Yang jelas alamnya masih sangat asri.
Di pertengahan jalan di sisi kiri anda bisa menemukan rumah makan all you can eat yang selalu ramai dikunjungi . Dengan hanya Rp 20.000,00 saja anda bisa makan sepuasnya, syaratnya tentu saja tidak boleh dibungkus ya...
Aneka masakan Minahasa yang boleh dibilang ekstrim pun ada disini.
Sesampai dikota Tomohon, ahh sejuk sekali. Di kota inilah festival bunga diadakan. Dan memang bunga-bunga tumbuh cantik disini.
Mau naik bendi , ada banyak disini.
Rumah panggung dari kayu berukir cantik banyak ditemui di kiri kanan jalan.
Di kota kecil ini ada rumah makan yang terkenal dengan rusuk bakarnya.
Di rumah makan ini ada aneka masakan dari daging babi.
 Jadi buat anda yang tidak makan daging babi, lebih baik anda tanyakan setiap makanannya , karena hampir semua jenis makanan menggunakan daging babi. Atau kalau mau aman, carilah rumah makan muslim. Ada kok di beberapa tempat dan mereka mencantumkan tulisan rumah makan muslim.Ini berlaku juga di Manado.
1. Sayur pangi

Dari daun pangi yang diiris tipis-tipis ditambah daging babi dan dimasak dalam bulu (bambu).
Rasa sayurnya agak kering kriuk-kriuk...Baru kali ini makan sayur kriuk-kriuk.





2. Sayur jantung pisang
Jantung pisang memang dimanfaatkan dimana-mana ya...Disini pun dimasak dengan daging babi. Rasanya agak berminyak dan lembut.
3. Rusuk babi bakar
Nah ini masternya...dibakar pakai mentega jadi tidak kering. Empuk, tidak berlemak dan mudah dilepas dari tulangnya. Pantas terkenal..emang enak.
4. Ragey Kawangkonan
Ini juga istimewa. Ragey artinya sate. Daging dan kulit babi yang dibakar tanpa mentega. Hasilnya kering dan kriuk-kriuk...terutama kulitnya rasanya sudah tidak berlemak.Apalagi dinikmati hangat-hangat.
Sebagai gambaran, satu tusuknya seharga Rp 5.000,00.

Tondano.

Dari Tomohon jalan agak menurun ke Tondano selama setengah jam. Hawanya sangat dingin dan basah. Diperempatan besar ketika hendak masuk kota, ada pemandian air panas alami.
Lurus beberapa ratus meter kemudian ada pertigaan dengan monumen ditengahnya.
Bila ke pusat kota ke kiri dan ke kanan anda bisa mengunjungi danau Tondano. Danau yang cukup luas dan dikelilingi bukit. Ikan gurami, nike (ikannya kecil-kecil ), gabus banyak didapat didanau ini. dan ikan ini bisa anda beli di pasar Tondano di pusat kota.Sampai sore pun masih buka.
Ada beberapa rumah makan besar dari bambu diatas danau tsb. Karamba ikan dan ikan-ikan kecil yng bersembunyi dibawah enceng gondok sangat menarik untuk dinikmati.
Waktu itu saya bercengkerama sampai jam 5 sore. Udara dingin , basah dan berat. Semakin malam semakin berat. Mungkin karena uap air dari danau besar tersebut.
Tapi keindahan danaunya tidak akan mudah anda lupakan.

Jumat, 22 Oktober 2010

KOTA TAREMPA PULAU SIANTAN KEPULAUAN ANAMBAS

Perjalanan kali ini ke kota Tarempa di pulau Siantan kabupaten Anambas propinsi Kepulauan Riau.
Jejak perjalanan dimulai dari Bandara Hang Nadim Batam.
Dari Hang Nadim naik taksi Rp 65.000,-  ke pelabuhan Punggur. Dari sini ada ferri yang hampir setiap jam menuju Tanjung Pinang. Dengan tarif Rp 30.000,- s/d 40.000,- menentukan waktu tempuhnya. Dengan harga termahal, waktu tempuh selama satu jam sudah sampai di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang.
( Kalau mau lebih cepat, dari Jakarta - Tanjung Pinang ada penerbangan yang langsung ke bandara Tanjung Pinang .)

TANJUNG PINANG
Tanjung Pinang, ibukota propinsi Kepulauan Riau tsb berbukit naik turun.
Tengok yuk beberapa wisata alamnya .
1. Pantai Trikora

Adalah pantai yang sangat panjang dan berpasir putih abu-abu yang sangat lembut sekali. Sepanjang pantai dihiasi batu-batu besar , bila berdiri diatasnya seakan sedang menantang lautan.
Bagi yang suka kayak, tersedia pula persewaan di pantai. Main air saja pun tak kalah serunya karena pantainya landai. Lelah menikmati pantai, minum air kelapa muda bisa jadi penutup yang menyegarkan.
Di beberapa sudut pantai banyak terdapat kelong tarik atau bagan yang bisa  berpindah tempat. Bila malam tiba, dari kejauhan kelong berkelap kelip oleh hiasan lampu petromak.
Siang dan malam sama indahnya.
2. Melayu Square
Berada di kota Tanjung Pinang, tepat di bibir laut.  Ada banyak tempat makan dan arena bermain untuk keluarga. Di waktu malam, sambil menikmati hembusan air laut, kelap-kelip dari pulau-pulau di sekitarnya sangat mempesona. Apalagi ditemani secangkir bandrek yang banyak dijumpai di lokasi.
3. Sadap
Tidak jauh dari Melayu Square terdapat tempat yang cukup tinggi , dikenal sebagai Sadap. Ada resto bernama Sadap di situ.Tidak jelas dari mana asal namanya ...restonya dulu apa nama lokasi dulu.
Sadap adalah salah satu lokasi yang cukup tinggi di kota Tanjung Pinang, mobilpun bisa melintas . Menikmati Batam dan sekitarnya bisa terlihat jelas dari Sadap.

Mengunjungi suatu daerah , tidak lengkap pula bila tidak berwisata kuliner. Yuk...
Salah satu tempat yang cukup lengkap ada di Pasar Akau yang terletak di jalan Potong Lembu. Sederetan penjual makanan khas ada di sepanjang ruas jalan itu. Icip-icip ah...
1. Teh tarik
Teh berbuih dengan rasa sedikit sepet  dan ada pula rasa susunya. Sangat mantap dinikmati di waktu dingin.
Ngomong-ngomong soal teh....di daerah Melayu , turunan teh memiliki nama yang berbeda dengan nama di daerah Jawa.
Bila ingin teh tawar, anda perlu memesan teh kosong (bukan berarti tehnya lagi kosong atawa habis...). Teh manis katakan teh O. Es teh manis ucapkan teh obeng.
2. Nasi lemak
Rasa-rasanya mirip nasi uduk. Nasi gurih dengan tambahan sambal agak manis, kering tempe, ikan teri, sambal goreng kentang , telur rebus separuh dan potongan timun. Hampir sama khan?
3. Sup ikan
Rasanya segar, bumbunya tidak tajam tetapi tidak amis. Potongan ikannya lembut dengan tomat dan sayur segar seperti selada. Hangat dan nikmat di tenggorokan.

Dari Tanjung Pinang perjalanan dilanjutkan ke Tarempa di pulau Siantan.

PULAU SIANTAN
Dari pelabuhan Kijang di Tanjung Pinang , menggunakan jasa KM PELNI Bukit Raya ke kota Tarempa di pulau Siantan. Kapal ini menjelajahi Surabaya-Jakarta-Tanjung Pinang-Jemaja-Siantan -Natuna-Banjarmasin-Surabaya dan sebaliknya. Tiket kelas ekonomi seharga Rp 130.000.,-. Bila beruntung bisa mendapatkan kelas I dan II dengan harga tiket Rp 300.000,- sampai Rp 500.000,-.
Karena kapal ini  ada seminggu atau dua minggu sekali, sehingga dapat dipastikan selalu penuh. Perjalanan ini akan memerlukan waktu 18 jam untuk sampai di kota Tarempa, pulau Siantan.
( Alternatif lain menggunakan kapal perintis yang lebih kecil dari KM PELNI)
( Mulai pertengahan Oktober ini ada ferri VOC Batavia yang beroperasi 2 kali seminggu dengan rute Tanjung Pinang-Jemaja-Siantan dan sebaliknya. Tiket seharga Rp 300.000,-  waktu tempuh 9 jam.
Tanjung Pinang - Siantan pada Selasa, Kamis dan Siantan-Tanjung Pinang pada Rabu ,Jumat . Tentunya ini mempermudah akses ke kepulauan Anambas )

Pukul 09.00 peluit kapal pun berbunyi.
Ombak sangat bersahabat, angin pagi berhembus lembut. Jajaran pulau-pulau hijau baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni menjadi pemandangan sepanjang pagi itu. Indahnya negara kepulauan.


Ketika siang menjelang, kapal sudah berada di laut lepas ,Laut China Selatan. Tidak ada lagi jajaran pulau-pulau.
Sore hari, wow....senja di Laut China Selatan menjadi pemandangan yang sayang untuk di lewatkan, langit semburat merah di cakrawala.


Berada di laut lepas Laut China Selatan, komunikasi masih bisa berjalan dengan dunia luar. Karena kapal ini merupakan BTS Telkomsel. Jadi buat yang sibuk, bisnis masih bisa jalan.
Kapal singgah  tanpa sandar di pelabuhan Lethung pulau Jemaja pukul 01.00 hari berikutnya. Dan akhirnya bersandar di pelabuhan Tarempa pulau Siantan pukul 03.00.

Kota Tarempa pulau Siantan ini merupakan kota kabupaten dari kepulauan Anambas propinsi kepulauan Riau. Merupakan pemekaran dari kepulauan Natuna dan baru diresmikan tahun 2009.
Berada pada koordinat N.03,21655   E.106,21969
Seperti kebanyakan pulau-pulau di kepulauan Anambas, berupa pulau kecil berbukit batu di tengahnya. Namun jangan salah, mungkin karena lapisan tanahnya juga tebal, tanaman kelapa tumbuh subur disini. Hanya sayang saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Anda bisa menemukan buah kelapa berjatuhan tanpa ada yang memanfaatkan.
Pemukiman ada di pinggir pantai.Panjang kota bila ditarik garis lurus hanya sekitar 2 km. Karena jalannya tidak lebar, maka hanya  beberapa mobil yang memang diperlukan yang ada.
Masyarakat pulau itu sebagian besar  nelayan dan ada pula profesi menambang pasir.
Biaya hidup.....hampir dua kali lipat biaya hidup di Jakarta.

Sekarang wisata kuliner yuk...
1. Kopi
Seperti di Tanjung Pinang, disinipun banyak kedai kopi/ kopi tiam. Penduduk senang sekali berlama-lama berkumpul di kedai kopi sambil menikmati penganan kecil. Secangkir kopi kecil (sekali) harganya Rp 4.000,-. Rasa pahit sedikit manis dan kental namun pas perpaduannya. Dan sepertinya ada krimer, tapi rasanya bukan, ada tambahan lain yang membuat rasanya berbeda.
2. Krupuk atom
Krupuk berbentuk tabung kecil pendek dan ada pula yang agak panjang. Rasanya seperti krupuk ikan tongkol lainnya, hanya saja rasa ikannya begitu tajam ,gurih dan renyah.
 3. Ikan laut
Yang murah disini memang  ikan laut dan teman-temannya ....enak , murah dan manis segar....

Yang lebih seru lagi, wisata alamnya......
Air lautnya bening sekali. Melongok di pinggir pantaipun sudah terlihat ikan beraneka ukuran cantik berwarna -warni. Ada beberapa lokasi pantai yang bagus sekali.  Sepanjang pantai dihiasi batu-batu besar dan berukir-ukir cantik. Takjub melihatnya, siapa yang mengukir batu sebesar itu dan seindah itu? Alam punya jawaban sendiri.
Spot untuk snorkling pun banyak. Di pinggir pantaipun sudah bisa menikmati keindahan karang dan ikan-ikan cantik yang berlenggak lenggok. Hanya sayang , lumayan banyak bulu babi di pantai.
Ikan sangat melimpah di kepulauan ini. Penjualannya pun sangat mudah karena lokasinya yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.
Diwaktu senja sangat romantis duduk-duduk di pinggir pantai. Menikmati hembusan hawa segar pantai dan melihat burung pulang ke sarang di punggung bukit. Elang pun masih  melayang-layang dan dengan gerakan sangat cepat menukik tajam menyambar ikan.

Ingat lagunya Koes Plus...??
Bukan lautan hanya kolam susu......
Benar, seperti itulah kekayaan negeri Indonesia.

PULAU PENJALIN 
Dari Tarempa mengunakan speedboat memerlukan waktu satu jam menuju pulau Penjalin. Pulau tak berpenghuni ini  masuk kabupaten kepulauan Anambas dengan koordinat  N.03,38566  E.106,21969.
Wow..itu kata pertama yang keluar sewaktu speedboat menepi. Pantai yang landai, warna air laut bergradasi, dihiasi batu-batu besar di beberapa sudut dan berpasir putih lembut dengan hutan pulau yang masih perawan.
Sayang kamera yang kami bawa rusak di fokusnya sejak di Tanjung Pinang. Terpaksa dengan kamera handphone 2 Megapixel pun sudah cukup puas bisa mengabadikan keindahan pulau ini.
Lebih takjub lagi ketika mulai berenang di pantai. Pantai yang bersih tanpa satupun  bulu babi dipantai yang landai. Snorkling dipantaipun sudah cukup mengasyikkan. Bagi yang penasaran bisa mengarungi yang lebih dalam. Dan spot-spot menarikpun sangat banyak tanpa harus jauh ke tengah lautan.
Lelah berenang dan bermain air, berangin-angin di pantai sambil membakar ikan dan kerang segar pun menjadi sangat istimewa. Cukup dibumbui air laut saja...manis, enak banget..sumpah!

Tak terasa sore pun menjelang, saatnya  kembali pulang. Sayonara................